时间:2026-04-08 22:31:44 来源:网络整理 编辑:olahraga
Jakarta (ANTARA) - Televisi Republik Indonesia (TVRI) menyatakan, siaran Piala Dunia 2026 yang merek LAST4D
Jakarta (ANTARA) - Televisi Republik Indonesia (TVRI) menyatakan,LAST4D siaran Piala Dunia 2026 yang mereka tayangkan akan mempunyai efek candu seperti "dracin" atau drama China yang berseliweran di media sosial.
"Itu sama saja seperti kita menonton dracin2 hari, ngga berasa, tahu-tahu sudah nonton seminggu," ujar Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI Ezki Suyanto dalam diskusi yang digelar Rumah Perubahan Lembaga Penyiaran Publik (RP-LPP), dikutip dari pernyataan resmi, Sabtu.
Menurut Ezki, tayangan Piala Dunia 2026 di TVRI dapat membuat penonton terbuai seperti ketika menyaksikan "dracin", karena alurnya berkelanjutan dan penuh emosi.
Dalam konteks penyiaran Piala Dunia 2026, sentuhan dracin (dracin touch) itu ibaratnya memberikan daya tarik yang membuat publik terus kembali membuka layar TVRI setiap hari selama turnamen berlangsung.
Awalnya, Ezki melanjutkan, mungkin hanya ingin menonton satu pertandingan. Namun karena tayangan berlangsung setiap hari, ritmenya membentuk kebiasaan baru.
"Piala Dunia bukan cuma soal sepak bola. Piala Dunia itu, kan, berlangsung 38 hari, ada 104 pertandingan melibatkan 48 tim. Kalau TVRI selama 38 hari ditonton dua pertiga rakyat Indonesia. Setelah Piala Dunia, pasti orang kembali lagi, tetap kembali ke TVRI," kata Ezki.
Baca juga: TVRI siarkan Piala Dunia 2026, perkuat peran layanan publik
Pandangan senada turut disampaikan oleh pemerhati Penyiaran Publik sekaligus Ketua Pansus RUU Penyiaran 2002, Paulus Widiyanto.
Paulus menilai momentum hak siar Piala Dunia dengan prinsip free-to-air akan memperkuat peluang membangun kembali kebiasaan masyarakat menonton di TVRI.
"Kalau 38 hari masyarakat terus menonton TVRI karena Piala Dunia, itu artinya peluang. Prinsip free-to-airakan menarik perhatian masyarakat untuk kembali menonton di TVRI. Di sana letak kekuatannya," tutur dia.
Diketahui, TVRI kini tengah berbenah dan menyiapkan revitalisasi program agar siarannya semakin relevan dan diminati. Langkah itu diarahkan untuk mengembalikan kepercayaan serta kebanggaan publik terhadap Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI.
Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni-19 Juli di tiga negara yakni Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Di Indonesia, seluruh pertandingan turnamen akbar sepak bola dunia itu akan ditayangkan oleh TVRI sebagai pemegang hak siar resmi.
Baca juga: TVRI modernisasi penyiaran demi hadirkan Piala Dunia ke pelosok negeri
Baca juga: TVRI berkomitmen gerakkan ekonomi nasional melalui Piala Dunia 2026
Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Iran klaim gelombang serangan ke2026-04-08 22:13
Persija Jakarta gandeng VIDA untuk digitalisasi proses administrasi2026-04-08 22:11
Menang derbi della madonnina, Milan dekati Inter2026-04-08 22:02
PSSI tunjuk Jatim tuan rumah Piala AFF U17 20262026-04-08 21:18
Persik petik poin penuh di kandang setelah bekuk PSBS 22026-04-08 20:59
Barba bertekad lanjutkan tren positif Persib Bandung di GBLA2026-04-08 20:40
Persebaya tampil tanpa beban hadapi juara bertahan Persib2026-04-08 20:39
Nova Arianto selaraskan filosofi timnas U2026-04-08 20:38
Penjualan tiket FIFA Series 2026 dibuka, mulai Rp150 ribu2026-04-08 20:35
Borneo bersyukur bawa pulang satu poin dari kandang Persija2026-04-08 19:47
Pelatih Persib: Laga lawan Persebaya akan berlangsung sengit2026-04-08 22:30
Pelatih akui Madura United tampil buruk ketika dibantai Persita2026-04-08 22:18
Nova Arianto panggil 28 pemain untuk ikuti TC timnas U2026-04-08 22:04
Chivu: Inter Milan seharusnya bisa lebih baik kontra AC Milan2026-04-08 22:00
Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak2026-04-08 21:31
Persik Kediri yakin bisa bobol gawang Persib di GBLA2026-04-08 21:24
Malut United dan PSM Makassar berbagi satu poin di Ternate2026-04-08 20:55
Libas Persebaya 52026-04-08 20:22
Tiga pemain diaspora diundang ikuti seleksi timnas Indonesia U172026-04-08 20:07
PSIM kembali menang, Van Gastel masih beri catatan evaluasi2026-04-08 19:51